Jamaah Yasin Tahlil Al-Ikhlas Kota Blitar Gelar Rutinan, KH Sakrip Sampaikan Kajian Tata Cara Thaharah

 


BLITAR – Jamaah Yasin Tahlil Al-Ikhlas kembali menggelar kegiatan rutinan pada Kamis malam, 29 Oktober 2026, selepas salat Isya, pukul 19.00 WIB. Kegiatan berlangsung di kediaman Bapak Suparman, Jalan Seruni, Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Kegiatan rutinan ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarjamaah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Acara dipandu oleh Bapak Agus Irianto selaku pembawa acara (MC). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Bapak Mislan Somat, kemudian pembacaan tahlil dan doa oleh Bapak Muntari Said.

Pada kesempatan tersebut, jamaah juga mendapatkan tausiyah dan kajian keislaman yang disampaikan oleh Bapak KH Sakrip. Materi yang dibahas adalah tata cara thaharah, yaitu bersuci dari hadas dan najis sebagai bagian penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam.

KH Sakrip Jelaskan Pentingnya Thaharah dalam Ibadah

Dalam tausiyahnya, KH Sakrip menjelaskan bahwa thaharah merupakan salah satu aspek penting dalam fikih ibadah. Pemahaman tentang tata cara bersuci perlu dimiliki oleh setiap muslim agar dapat menjalankan ibadah, khususnya salat, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Pembahasan meliputi tiga materi utama, yaitu tata cara wudhu, tayamum, dan mandi wajib.

1. Tata Cara Wudhu

Wudhu merupakan cara bersuci dari hadas kecil menggunakan air yang suci dan menyucikan. Wudhu menjadi salah satu syarat sah salat.

Niat wudhu yang umum diajarkan adalah:


نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitul wudhuu'a liraf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Taala.”

Adapun tata cara wudhu secara ringkas meliputi:

1. Berniat wudhu.

2. Membasuh wajah.

3. Membasuh kedua tangan hingga siku.

4. Mengusap sebagian kepala.

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

6. Melaksanakan seluruh rukun wudhu secara tertib.

Selain memahami urutannya, umat Islam juga perlu memperhatikan kesempurnaan basuhan agar bagian tubuh yang wajib dibasuh benar-benar terkena air.

2. Tata Cara Tayamum

Tayamum merupakan cara bersuci sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib dalam kondisi tertentu yang dibenarkan oleh syariat, misalnya ketika tidak tersedia air atau penggunaan air dapat membahayakan kesehatan.

Niat tayamum yang umum diajarkan adalah:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitut tayammuma listibaahatish shalaati fardhan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Saya berniat tayamum agar diperbolehkan melaksanakan salat fardu karena Allah Taala.”

Secara umum, tata cara tayamum meliputi:

1. Berniat tayamum.

2. Menepukkan atau meletakkan kedua telapak tangan pada debu yang suci.

3. Mengusap wajah.

4. Mengusap kedua tangan sesuai tata cara yang diajarkan dalam fikih.

Tayamum harus dilakukan menggunakan media yang memenuhi ketentuan syariat. Tata cara dan batas anggota tubuh yang diusap perlu dipahami sesuai tuntunan fikih yang diikuti.

Dengan tayamum yang sah, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan bersuci selama ketentuan dan sebab diperbolehkannya tayamum masih terpenuhi.

3. Tata Cara Mandi Wajib

Mandi wajib atau mandi junub merupakan cara bersuci untuk menghilangkan hadas besar. Mandi wajib diperlukan dalam keadaan tertentu, antara lain setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, serta setelah berakhirnya haid atau nifas. Ketentuan lainnya mengikuti penjelasan fikih.

Adapun tata cara mandi wajib yang umum diajarkan meliputi:

1. Berniat menghilangkan hadas besar.

2. Membasuh kedua telapak tangan.

3. Membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran atau najis.

4. Mencuci tangan setelah membersihkan kotoran.

5. Berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat.

6. Membasahi pangkal rambut hingga air mencapai kulit kepala.

7. Mengalirkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri.

8. Memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit dan bagian yang tersembunyi.


Hal yang paling penting dalam mandi wajib adalah niat dan meratanya air ke seluruh tubuh sesuai ketentuan syariat. Adapun urutan amalan penyempurnanya dapat mengikuti tuntunan fikih yang dipelajari.

Rutinan sebagai Sarana Silaturahmi dan Menuntut Ilmu


Melalui kegiatan rutinan Yasin Tahlil Al-Ikhlas, jamaah diharapkan tidak hanya menjaga tradisi membaca Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama, tetapi juga terus meningkatkan pengetahuan agama.


Kajian mengenai thaharah menjadi pengingat bahwa kebersihan dan kesucian memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Dengan memahami tata cara wudhu, tayamum, dan mandi wajib secara benar, jamaah diharapkan semakin mantap dalam menjalankan ibadah sehari-hari.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Bapak Suparman, atas kesediaannya menjadi shohibul bait, serta kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan berpartisipasi.


Semoga kegiatan rutinan Jamaah Yasin Tahlil Al-Ikhlas senantiasa membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 Komentar