Scratch dapat digunakan pada perangkat tablet, seperti Apple iPad. Pengguna cukup membuka situs Scratch melalui browser.
Meskipun kinerja Scratch pada tablet mungkin sedikit lebih lambat dibandingkan komputer, sebagian besar proyek Scratch tetap dapat dibuat dan dimainkan dengan baik.
1. Menggunakan Scratch di Tablet
Jika menggunakan tablet, sebaiknya login terlebih dahulu ke akun Scratch. Hal ini penting karena proyek tidak dapat disimpan langsung ke perangkat seperti pada aplikasi lokal.
Namun, terdapat beberapa keterbatasan. Proyek yang membutuhkan keyboard fisik mungkin tidak dapat berjalan dengan baik, misalnya game yang menggunakan tombol keyboard untuk menggerakkan sprite.
Proyek yang menggunakan blok seperti:
when [space] key pressed
key [space] pressed?
mungkin tidak berfungsi optimal tanpa keyboard fisik.
Sebaliknya, proyek yang tidak bergantung pada keyboard tetap dapat dimainkan dengan baik menggunakan layar sentuh.
2. Menggunakan Gestur Layar Sentuh
Pada tablet, mouse digantikan dengan berbagai gestur sentuh (touch gestures). Beberapa gestur dasar yang perlu diketahui adalah:
| Gestur | Fungsi |
|---|---|
| Ketuk (Tap) | Menggantikan klik mouse, misalnya memilih tombol atau menjalankan skrip. |
| Tekan dan tahan | Menggantikan klik kanan, misalnya untuk menggandakan sprite. |
| Ketuk | Membuka menu atau memilih fitur tertentu. |
| Seret (Drag) | Memindahkan blok atau sprite dengan menyentuh lalu menggesernya. |
| Geser ke atas/bawah | Menggulir Blocks Palette. |
| Seret latar Code Area | Menggeser area kode ke atas, bawah, kiri, atau kanan. |
| Seret scrollbar | Menggeser tampilan pada Paint Editor. |
| Ketuk kotak input | Menampilkan keyboard virtual untuk memasukkan data. |
Contoh
Untuk memindahkan sebuah blok pemrograman, sentuh blok tersebut kemudian seret menggunakan jari ke lokasi yang diinginkan.
Jika sebuah blok meminta pengguna memasukkan data, ketuk kotak input sehingga keyboard virtual muncul pada layar.
3. Menggeser Tampilan Scratch
Jika seluruh antarmuka Scratch tidak muat pada layar tablet, pengguna dapat menggeser tampilan.
Untuk menggeser ke kiri atau kanan, seret bilah biru di bagian atas layar.
Untuk menggeser ke atas atau bawah, seret bagian latar belakang berwarna biru muda, misalnya area kosong pada Sprite List.
Dengan cara tersebut, seluruh bagian antarmuka Scratch tetap dapat diakses meskipun ukuran layar tablet terbatas.
4. Menggunakan Scratch dalam Mode Potret
Tablet dapat digunakan dalam posisi portrait (vertikal).
Mode ini berguna ketika pengguna membutuhkan tampilan Stage dan keyboard virtual secara bersamaan, terutama saat memainkan proyek yang memerlukan input teks.
Untuk kegiatan belajar atau memainkan game tertentu, pengguna dapat mencoba mengubah orientasi tablet dari landscape (horizontal) menjadi portrait (vertikal) sesuai kebutuhan.
5. Menggunakan Aplikasi Scratch
Scratch pada dasarnya dapat digunakan melalui browser web. Selain itu, terdapat berbagai aplikasi atau implementasi pihak ketiga yang pernah dikembangkan untuk menjalankan Scratch pada perangkat tertentu.
Salah satu contoh yang dikenal adalah Pyonkee, aplikasi tidak resmi yang berbasis Scratch 1.4.
Pyonkee dapat digunakan untuk bereksperimen dengan Scratch, tetapi memiliki keterbatasan dibandingkan Scratch versi yang lebih baru. Beberapa fitur modern seperti cloning sprite, extensions, dan sound effect blocks tidak tersedia atau berbeda.
Karena itu, untuk mempelajari fitur Scratch terbaru, penggunaan Scratch versi web resmi lebih disarankan.
Kesimpulan
Menggunakan Scratch melalui tablet memberikan fleksibilitas dalam belajar pemrograman karena pengguna tidak selalu membutuhkan komputer.
Dengan layar sentuh, berbagai aktivitas seperti memilih blok, menyusun skrip, memindahkan sprite, dan menjalankan program dapat dilakukan menggunakan gestur sederhana.
Namun, perlu diperhatikan bahwa proyek yang membutuhkan keyboard fisik mungkin tidak berfungsi optimal pada tablet. Oleh karena itu, sebelum membuat atau memainkan proyek Scratch, periksa terlebih dahulu apakah proyek tersebut membutuhkan input dari keyboard.
Scratch pada tablet menjadi pilihan menarik untuk belajar pemrograman visual secara praktis, interaktif, dan fleksibel.

0 Komentar