Kota Blitar – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Bapak Togi di Jl. Seruni Gang 3, Kepanjenkidul, Kota Blitar, pada Kamis malam Jumat, 14 Mei 2026. Jamaah Yasin Al-Ikhlas kembali menggelar kegiatan rutin dua mingguan yang telah menjadi perekat ukhuwah dan penguat spiritual masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ba’da Isya’ tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Sejak awal acara, para jamaah mulai berdatangan membawa semangat kebersamaan dan harapan memperoleh keberkahan melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, serta doa bersama.
Acara dipandu dengan hangat oleh Bapak Mislan Somat selaku MC sekaligus pembaca arwah. Suasana menjadi semakin syahdu ketika pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Bapak Agus Irianto. Lantunan ayat-ayat suci menggema lembut di tengah malam, menghadirkan ketenangan batin bagi seluruh jamaah yang hadir.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Bapak Abdul Wahid. Doa-doa dipanjatkan untuk keluarga, para leluhur, kaum muslimin dan muslimat yang telah wafat, serta keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat sekitar.
Puncak kegiatan malam itu diisi tausiah agama oleh KH Sakrip yang menyampaikan penjelasan mendalam mengenai sejarah Idul Adha. Dalam tausiah yang penuh makna tersebut, beliau mengupas perjalanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol ketakwaan, keikhlasan, dan ketaatan total kepada Allah SWT.
Dengan gaya penyampaian yang tenang namun menyentuh hati, KH Sakrip menjelaskan bagaimana proses terjadinya perintah kurban menjadi salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam. Jamaah tampak antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, terlebih ketika beliau menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum untuk mengorbankan ego, kesombongan, dan kecintaan dunia yang berlebihan.
“Keikhlasan Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail adalah pelajaran besar bagi umat Islam hingga akhir zaman,” tutur KH Sakrip di hadapan jamaah.
Tausiah tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus refleksi mendalam bagi para jamaah. Beberapa jamaah terlihat mengangguk penuh penghayatan saat pesan-pesan tentang ketakwaan dan pengorbanan disampaikan.
Kegiatan rutin Jamaah Yasin Al-Ikhlas ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, namun juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terjalin sederhana namun penuh makna itu menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan di tengah masyarakat masih terus hidup dan terjaga dengan baik.
Dengan semangat istiqamah, Jamaah Yasin Al-Ikhlas berharap kegiatan rutin ini terus membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, serta menjadi cahaya spiritual bagi lingkungan sekitar.








0 Komentar