Blitar — Suasana Ramadhan di Kota Blitar terasa begitu hidup setiap sore. Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, Masjid Jami' Ar-Rohman telah dipenuhi jamaah yang datang berbondong-bondong, menanti waktu berbuka dengan lantunan ilmu dan doa.
Kamis, 5 Maret 2026, pengajian sore itu menghadirkan H. Sarianto, M.Pd.I yang menyampaikan tausiyah menyentuh tentang kewajiban suami dan kewajiban istri dalam rumah tangga. Dengan bahasa yang lugas namun penuh keteduhan, ia mengingatkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama, dan suami-istri adalah dua pilar yang saling menguatkan.
Ia menegaskan, suami memiliki tanggung jawab memberi nafkah lahir dan batin, membimbing dengan kasih, serta menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah. Sementara istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan, mengelola rumah tangga dengan amanah, serta menjadi penenang dan pendukung perjuangan suami. Pesan-pesan itu mengalir lembut, namun terasa menghunjam hati para jamaah yang menyimak dengan khidmat.
Beberapa jamaah tampak mengangguk pelan. Ada yang tersenyum, ada pula yang terdiam dalam renungan. Di bulan suci yang penuh ampunan ini, pengajian bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum memperbaiki diri dan mempererat ikatan keluarga.
Menjelang adzan Maghrib, suasana berubah menjadi semarak. Ribuan jamaah dengan tertib mengantre untuk mendapatkan hidangan makan dan minum berbuka puasa bersama. Pemandangan panjangnya antrean justru menghadirkan kehangatan—wajah-wajah penuh harap, tangan-tangan yang saling membantu, dan semangat berbagi yang terasa begitu nyata.
Di Masjid Jami’ Ar-Rohman, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang meneguhkan cinta dalam rumah tangga, memperkuat ukhuwah, dan merajut kebersamaan dalam keberkahan.







0 Komentar