Nganjuk – Suasana haru, hangat, sekaligus penuh keceriaan menyelimuti kediaman Poleng, Mojoduwur saat keluarga besar Bani Kyai Syaerozi menggelar acara halal bihalal dan reuni keluarga, yang berlangsung di rumah Nurul Azizah.
Puluhan anggota keluarga dari berbagai generasi hadir, mulai dari para sesepuh—kakung dan mbah ibu—hingga generasi penerus seperti pak dhe, budhe, anak-anak, cucu, bahkan cicit. Momen ini menjadi pertemuan lintas usia yang sarat makna, mempererat kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat terpisah oleh jarak dan kesibukan.
Acara dimulai dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa tahlil sebagai bentuk kirim doa kepada para leluhur Bani Kyai Syaerozi. Suasana berubah khidmat, ketika setiap lantunan doa dipanjatkan dengan penuh harap dan keikhlasan.
Momentum spiritual ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun keluarga besar ini.
Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH Imam Bashori. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, saling memaafkan, serta merawat nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga.
Dengan gaya penyampaian yang hangat dan menyentuh, tausiyah tersebut seolah menjadi penguat batin bagi seluruh keluarga yang hadir.
Kebersamaan dalam Sederhana: Makan, Minum, dan Tawa
Usai rangkaian doa dan tausiyah, suasana berubah menjadi lebih cair. Seluruh keluarga menikmati makan bersama dan minum bareng, menciptakan momen kebersamaan yang sederhana namun penuh kehangatan.
Gelak tawa terdengar di berbagai sudut, obrolan ringan mengalir tanpa sekat, seolah menghapus jarak antar generasi.
Tak ketinggalan, momen foto bersama menjadi simbol kebersamaan yang diabadikan—sebuah kenangan yang akan terus hidup dalam cerita keluarga.
Di tengah suasana hangat tersebut, keceriaan anak-anak turut menjadi warna tersendiri. Mereka bermain dengan riang, bahkan sempat menyalakan mercon, menambah semarak suasana halal bihalal.
Suara tawa dan letupan kecil menjadi penanda bahwa kebahagiaan hadir tidak hanya dalam doa, tetapi juga dalam keceriaan sederhana.
Acara ditutup dengan salam-salaman, momen saling memaafkan yang menjadi inti dari halal bihalal. Satu per satu anggota keluarga bersalaman, penuh kehangatan dan keikhlasan.
Tatapan mata, senyuman, dan genggaman tangan menjadi bahasa yang tak terucap—bahwa keluarga adalah tempat kembali, tempat berbagi, dan tempat menguatkan.
Halal bihalal dan reuni Bani Kyai Syaerozi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum berharga untuk merajut kembali kebersamaan, menghidupkan nilai-nilai kekeluargaan, dan meneguhkan ikatan yang tak lekang oleh waktu.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, momen seperti ini menjadi pengingat sederhana: bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir dari kebersamaan keluarga.
Berikut dokumentasinya






































0 Komentar