Kediri — Ahad Pahing, 21 Desember 2025, kami sekeluarga berkesempatan mengunjungi Candi Tegowangi, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang kini menjadi destinasi wisata sejarah favorit di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat jejak peradaban Nusantara yang adiluhung.
Candi Tegowangi terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Lokasinya cukup strategis karena tidak jauh dari kawasan Kampung Inggris Pare, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Keberadaan candi ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
Secara arsitektur, Candi Tegowangi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 11,2 meter, serta tinggi bangunan saat ini kurang lebih 4,35 meter. Meski ukurannya tidak terlalu besar, candi ini menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang sangat tinggi.
Candi Tegowangi merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan besar Nusantara yang berpusat di Jawa Timur. Keistimewaan candi ini terlihat pada relief yang menghiasi sekeliling tubuhnya. Terdapat 14 panel relief cerita Sudamala, yang terbagi menjadi 3 panel di sisi utara, 8 panel di sisi barat, dan 3 panel di sisi selatan. Relief-relief ini menceritakan kisah penyucian dan memiliki makna simbolis yang kuat dalam kepercayaan masa Majapahit.
Di dalam tubuh candi juga terdapat yoni dengan ceret (pancuran) berbentuk naga yang berada di dalam sebuah bilik. Keberadaan yoni ini menandakan fungsi candi sebagai tempat pemujaan dan ritual keagamaan pada masa lampau.
Menurut keterangan Bapak Nur Ali, selaku pengelola Situs Candi Tegowangi, candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 Masehi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Hingga saat ini, pengelolaan situs Candi Tegowangi berada di bawah Balai Pelestarian Kebudayaan Pemerintah.
Menariknya, tiket masuk ke Situs Candi Tegowangi tidak dipungut biaya. Pengunjung diperbolehkan memberikan sumbangan secara sukarela. “Tidak ada biaya apa pun, kalau memberi seikhlasnya boleh,” ujar Bapak Nur Ali.
Lokasi Candi TegowangiTingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Candi Tegowangi juga disampaikan oleh Pak Ali, salah satu pihak di lingkungan situs. Ia menyebutkan bahwa jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 300 hingga 400 orang per hari. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang kecil hingga jasa parkir dan pemandu lokal.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat situs bersejarah ini juga patut diapresiasi. Warga sekitar turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Candi Tegowangi, karena mereka menyadari bahwa situs ini merupakan warisan sejarah yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Kunjungan kami sekeluarga ke Candi Tegowangi bukan sekadar wisata, tetapi juga menjadi perjalanan reflektif untuk mengenal sejarah bangsa. Di tengah modernisasi, Candi Tegowangi hadir sebagai pengingat bahwa Kediri menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa dan layak untuk terus dilestarikan.
Sumber:
Kompasiana – Candi Tegowangi Bangunan Bersejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit Menjadi Destinasi Wisata Sejarah Terbaik di Kediri Jawa Timur















0 Komentar