Blitar, 16 November 2025
— Pemerintah Kota Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui Program RT Keren 2025, salah satu bagian dari Sapta Program Prioritas yang bernaung dalam gerakan Blitar Keren. Program ini menyasar seluruh lingkungan RT se-Kota Blitar dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat kelurahan.

Salah satu kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat adalah Pelatihan Digital Marketing, yang digelar oleh RT 2 RW 5 Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025. Kegiatan ini masuk dalam kategori Program Non Fisik RT Keren. Program non fisik memang difokuskan untuk menciptakan wirausaha baru serta meningkatkan keterampilan masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan taraf ekonomi warga.

Dilansir dari blitarkota.go.id Program RT Keren menyediakan alokasi anggaran sekitar Rp 50–75 juta per tahun untuk setiap RT. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana prasarana hingga pengembangan SDM melalui pelatihan, pembinaan, dan kegiatan pemberdayaan lainnya. Melalui pelatihan digital marketing ini, RT 2 RW 5 berupaya mendorong warganya agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketua RT 2 RW 5 menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya berjualan secara konvensional, tetapi juga mampu masuk ke dalam ekosistem digital yang lebih luas. “Kami ingin warga bisa tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri. Dengan berjualan online, peluang pasar mereka menjadi jauh lebih besar,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari warga usia muda hingga dewasa. Selama dua hari, peserta mendapatkan praktik langsung cara membuka toko online dan memasarkan produk di berbagai platform digital populer, seperti:

  • Shopee

  • TikTok Shop

  • Tokopedia

Materi pelatihan mencakup pembuatan akun toko, desain katalog produk, teknik penentuan harga, strategi promosi, hingga manajemen pengiriman. Peserta juga dilatih tentang cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi.

Pelatihan diisi oleh dua narasumber: yakni Chubil Maal, Seorang praktisi Digital Marketing dan Marketplace Specialist yang membimbing peserta dalam membuka toko dan mengelola produk di Shopee, Tokopedia, serta TikTok Shop. Dan Abd Umar, Praktisi IT, pendidik, dan narasumber teknologi yang memberikan panduan teknis sekaligus tips branding dan pemasaran online melalui media sosial serta optimasi konten digital.

Keduanya menjelaskan langkah demi langkah secara praktis, sehingga semua peserta—tanpa memandang usia dan latar belakang teknologi—dapat mengikuti materi dengan baik.

“Target kami sederhana: setiap peserta memiliki toko online sendiri setelah pelatihan selesai,” ujar narasumber Chubil Maal, yang sudah berpengalaman dalam dunia digital marketing dan marketplace.

Kegiatan ini digelar tidak hanya untuk memberikan bekal keterampilan digital, tetapi juga mempersiapkan peserta untuk mengembangkan usaha secara ganda: offline di sekitar wilayah Sentul dan online di marketplace nasional.

Dengan kemampuan baru ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membuka dan mengelola toko online secara mandiri

  • Mengoptimalkan penjualan melalui media sosial

  • Memperluas pasar produk lokal

  • Meningkatkan pendapatan keluarga

  • Mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru di lingkungan RT


Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung yang memperlihatkan antusiasme besar dari seluruh peserta.

Pelatihan Digital Marketing dalam Program RT Keren 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat tidak harus dilakukan secara besar-besaran, tetapi dimulai dari unit terkecil: RT. Dengan bekal keterampilan digital, warga dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di era digital.

Melalui program seperti ini, Pemerintah Kota Blitar terus mendorong terwujudnya masyarakat yang kreatif, produktif, dan berdaya saing di era modern.