Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah (MPLS Ramah) untuk Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Sederajat sebagai panduan bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru.
Dokumen tersebut dirancang untuk membantu sekolah melaksanakan MPLS yang tidak hanya mengenalkan lingkungan dan fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, mengenalkan budaya satuan pendidikan, mengembangkan potensi murid, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Lima Hari Kegiatan MPLS Ramah
Rujukan kegiatan tersebut menyusun rangkaian MPLS dalam lima tema utama yang dilaksanakan selama lima hari.
Hari pertama mengangkat tema “Mengenal Sekolah, Membangun Karakter Hebat”. Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan, mengenalkan kurikulum satuan pendidikan, sekaligus membantu murid baru beradaptasi dengan sarana dan prasarana sekolah.
Pada hari pertama terdapat sejumlah kegiatan, di antaranya Pertemuan Pagi Ceria, Wawasan Wiyata Mandala, Aku dan Sekolahku, Aku dan Sekitarku, Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat, serta Penggunaan Internet dan Media Sosial Sehat dan Pengawasan Penggunaan Gawai (Screentime).
Salah satu kegiatan utama adalah “Aku dan Sekolahku”. Murid diajak melakukan tur sekolah interaktif selama 40 menit, kemudian mengisi Lembar Observasi Murid selama 20 menit. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan berbagai fasilitas sekolah sekaligus memahami fungsi fasilitas tersebut dalam mendukung proses pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, murid dapat mengenal ruang kelas, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, UKS, kantin, laboratorium, toilet, tempat ibadah, lapangan, serta fasilitas lainnya. Murid dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan sekitar 7–10 orang dan didampingi guru serta kakak OSIS/MPK.
Mengajak Murid Peduli terhadap Fasilitas Sekolah
“Aku dan Sekolahku” tidak berhenti pada kegiatan berkeliling sekolah. Murid juga diminta mengisi lembar observasi yang berisi nama fasilitas, hal baru yang dipelajari, serta cara murid akan menjaga fasilitas tersebut.
Fasilitas yang diamati dapat mencakup perpustakaan, laboratorium, ruang kesenian, lapangan olahraga, kantin, toilet, UKS, ruang Pramuka, APAR, titik kumpul aman, hingga jalur evakuasi. Beberapa murid kemudian diminta menyampaikan fasilitas favorit mereka beserta alasannya serta komitmen untuk menjaga fasilitas sekolah.
Mengenal Lingkungan Sekitar Sekolah
Kegiatan berikutnya adalah “Aku dan Sekitarku”. Melalui kegiatan ini, murid diajak mengenal dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sekitar satuan pendidikan, termasuk mengenali kondisi yang berpotensi membahayakan manusia.
Murid dapat mengenal fasilitas umum di sekitar sekolah, kemudian membuat peta sederhana perjalanan dari rumah menuju sekolah. Peta tersebut digunakan untuk mengidentifikasi fasilitas dan kondisi lingkungan yang mereka temui, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, pemadam kebakaran, pos polisi, sungai, jembatan, zona selamat sekolah, hingga kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan.
Penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Rujukan MPLS Ramah juga memberikan ruang khusus untuk kegiatan “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat” yang berfokus pada Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kegiatan berlangsung selama 75 menit melalui tiga tahapan, yaitu diseminasi materi, simulasi pengisian catatan harian, serta kegiatan interaktif “Bernyanyi, Beraksi, dan Berkarakter!”.
Dalam kegiatan interaktif tersebut, murid diajak bernyanyi dan melakukan gerakan sederhana sesuai pesan lagu. Selanjutnya, murid berdiskusi dalam kelompok mengenai kebiasaan baik yang telah dilakukan, cara mempraktikkannya, manfaat yang dirasakan, serta tantangan untuk mempertahankannya secara konsisten.
Kegiatan ditutup dengan komitmen pribadi untuk mempraktikkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Keadaban Digital
MPLS Ramah juga memberikan perhatian terhadap penggunaan internet, media sosial, dan gawai melalui kegiatan “Penggunaan Internet dan Media Sosial Sehat dan Pengawasan Penggunaan Gawai (Screentime)”.
Kegiatan selama 45 menit tersebut terdiri atas pengantar dan pertanyaan pemantik, menonton video, diskusi reflektif, simulasi membuat caption Instagram dengan pesan positif, serta komitmen diri.
Dalam salah satu aktivitasnya, murid diminta membuat contoh caption Instagram dengan pesan positif untuk konten MPLS Ramah. Setelah itu, mereka dapat saling bertukar caption dan memberikan masukan.
Hari Kedua: Lingkungan Baruku Aman, Nyaman, dan Menggembirakan
Hari kedua mengusung tema “Lingkungan Baruku Aman, Nyaman, dan Menggembirakan”. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan karakter, pengenalan warga satuan pendidikan, serta kemampuan murid beradaptasi dan berinteraksi secara positif.
Salah satu kegiatan menarik adalah Ruang Perjumpaan Murid Baru. Murid diajak berbagi cerita mengenai harapan dan kekhawatiran mereka sebagai murid baru, kemudian mendiskusikan solusi melalui kegiatan Pohon Harapan dan Pohon Solusi.
Hari kedua juga mencakup pengenalan profil lulusan, lingkungan belajar aman, nyaman, dan menggembirakan, serta kegiatan membangun kesiapsiagaan bencana di sekolah.
Hari Ketiga: Kenali Diri, Raih Prestasi
Hari ketiga mengangkat tema “Kenali Diri, Raih Prestasi”. Kegiatan diarahkan untuk mengenali karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid, mengenalkan kurikulum, serta membantu murid menemukan potensi dirinya.
Salah satu kegiatan berupa Asesmen MPLS Ramah untuk Literasi Membaca dan Numerasi. Dalam rujukan tersebut, murid mengerjakan instrumen yang terdiri atas 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi.
Selanjutnya, murid diajak melakukan Eksplorasi Diri untuk mengenali potensi melalui analisis SWOT sederhana.
Hari Keempat: Bersama Kita Jaga, Bersama Kita Tumbuh
Hari keempat mengusung tema “Bersama Kita Jaga, Bersama Kita Tumbuh”. Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan karakter dan membantu murid mengenal serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar satuan pendidikan.
Dalam kegiatan “Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama”, murid diajak melakukan kegiatan sosial dan lingkungan, seperti menanam pohon, memilah sampah, atau membersihkan lingkungan satuan pendidikan.
Hari keempat juga memberikan edukasi mengenai bahaya judi online dan bahaya NAPZA. Untuk materi judi online, rujukan mengarahkan murid menonton film “Kemenangan Sejati” kemudian melakukan refleksi untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak judi online.
Hari Kelima: Tunjukkan Dirimu, Kembangkan Potensimu
Hari kelima menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan minat dan bakat melalui tema “Tunjukkan Dirimu, Kembangkan Potensimu”. Salah satu kegiatan utamanya adalah Unjuk Bakat dan Minat Murid.
Setelah unjuk bakat dan minat, murid diajak menuliskan satu bakat atau minat yang ingin mereka kembangkan di sekolah serta satu langkah kecil yang akan dilakukan untuk memulainya. Rujukan juga menekankan pentingnya suasana yang mendukung, tidak menghakimi, dan penuh apresiasi.
MPLS Ramah Mengedepankan Pengalaman Belajar yang Bermakna
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, terlihat bahwa MPLS Ramah untuk jenjang SMA/SMK tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan pengenalan sekolah secara formal. Murid diajak bergerak, mengamati, berdiskusi, berefleksi, bekerja sama, berkarya, mengenali potensi, serta membuat komitmen positif.
Dokumen tersebut juga menyediakan bagian khusus untuk dokumentasi dan berbagi aktivitas MPLS di media sosial sekolah dengan sejumlah tagar, antara lain #MPLSRamah, #GembiradiSekolah, dan #PendidikanBermutuuntukSemua.
Setelah pelaksanaan MPLS Ramah, kepala sekolah juga diwajibkan mengisi formulir evaluasi daring, sedangkan satuan pendidikan yang mampu melaksanakan evaluasi bagi murid dapat mengoordinasikan 30–45 murid baru untuk mengisinya.
Rujukan tersebut juga mendorong sekolah untuk memasang Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bersama murid sebagai bagian dari penguatan karakter di lingkungan satuan pendidikan.
Penutup
Rujukan Kegiatan MPLS Ramah untuk SMA/SMK Sederajat memberikan gambaran bahwa masa pengenalan sekolah dapat menjadi awal yang positif bagi perjalanan pendidikan murid. Melalui rangkaian kegiatan yang interaktif, reflektif, dan kolaboratif, murid tidak hanya mengenal sekolahnya, tetapi juga diajak mengenal dirinya, membangun hubungan positif, menjaga lingkungan, mengembangkan karakter, memahami risiko di lingkungan sosial dan digital, serta menemukan potensi yang dapat dikembangkan.
Dengan demikian, MPLS dapat menjadi momentum untuk membangun sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, menggembirakan, ramah, dan mendukung setiap murid untuk tumbuh dan berkembang.

0 Komentar