TELAAH ONTOLOGI: HAKIKAT APA YANG DIKAJI

Metafisika sebagai Fondasi Pemikiran Filsafati

Metafisika, sebagai cabang filsafat, menjadi pijakan utama bagi setiap pemikiran filosofis, termasuk dalam konteks pemikiran ilmiah. Metafisika mencakup penyelidikan hakikat eksistensi, realitas, dan hubungan antara yang nyata dan yang tidak terlihat. Dalam telaah ontologi ini, kita akan mengulas beberapa aspek penting yang melibatkan pemahaman metafisika.

Tafsiran Metafisika

  1. Supernaturalisasi: Pemikiran ini menegaskan keberadaan entitas gaib atau supernatural yang memiliki kekuatan atau otoritas lebih tinggi daripada alam yang nyata. Keyakinan ini menyatakan bahwa ada dimensi-dimensi yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia dan terletak di luar batas pengamatan sains.

  2. Naturalisme: Kontrast dengan supernaturalisasi, naturalisme menyatakan bahwa gejala-gejala alam dapat dijelaskan oleh kekuatan yang ada di dalam alam itu sendiri. Pengaruh yang terlihat dalam dunia nyata dapat dipelajari dan dimengerti melalui metode ilmiah. Naturalisme menekankan pada pemahaman rasional dan empiris.

Asumsi dan Peluang dalam Metafisika

Asumsi dalam metafisika menjadi landasan untuk menyusun pandangan ontologis. Beberapa asumsi melibatkan dugaan-dugaan sementara yang belum memiliki bukti yang jelas atau valid. Dalam mengembangkan ontologi, asumsi-asumsi ini dapat membimbing pencarian kita terhadap pemahaman lebih mendalam tentang realitas.


Dalam konteks ini, ontologi tidak hanya tentang mengidentifikasi entitas atau kategori-kategori ontologis, tetapi juga melibatkan pertimbangan etika, nilai, dan tujuan yang mendasari eksistensi. Pembentukan ontologi melibatkan pemikiran kritis terhadap asumsi-asumsi yang mendasarinya, dan pengakuan bahwa ontologi itu sendiri dapat berkembang seiring waktu sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan pemahaman manusia.

Kesimpulan

Telaah ontologi menggali lebih dalam ke dalam hakikat metafisika, menyoroti perbedaan antara supernaturalisasi dan naturalisme sebagai pandangan ontologis yang mendasar. Asumsi-asumsi menjadi landasan untuk membangun pandangan ontologis, sementara peluang-peluang untuk pemahaman lebih lanjut tentang realitas menjadi jalan menuju evolusi pemikiran ontologis. Dalam memahami ontologi, kita tidak hanya mengejar pengetahuan tentang apa yang ada, tetapi juga merenungkan hakikat dan makna dari eksistensi itu sendiri.

0 Komentar