Pemikiran Filsafat Abad Pertengahan: Jejak Kepercayaan dan Kefilsafatan Teosentris


Masa Abad Pertengahan memunculkan dinamika baru dalam perkembangan filsafat Eropa, diawali oleh pengaruh keagamaan yang mendalam. Sebagaimana filsafat Yunani dipengaruhi oleh mitos, pemikiran pada Abad Pertengahan pun secara signifikan dipengaruhi oleh agama Kristen, menciptakan corak pemikiran yang teosentris, di mana segala pemecahan persoalan didasarkan pada ajaran agama.

Dominasi Agama Kristen dalam Filsafat Abad Pertengahan

Filsafat pada Abad Pertengahan tidak bisa dipisahkan dari dominasi agama Kristen. Dalam konteks ini, pemikiran filsafat kebanyakan bersifat teosentris, artinya, pusat pemikiran dan eksistensi berada pada Tuhan. Agama menjadi pijakan utama dalam memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan eksistensial dan moral.

Skolastik Islam: Kejayaan dan Kehadiran Cemerlang

Dalam dunia Islam, periode skolastik Islam (tahun 850–1200) menandai kemunculan sejumlah pemikir besar. Al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina (Avicenna), al-Ghazali, Ibnu Bajah, Ibnu Tufail, dan Ibnu Rusyd adalah tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar terhadap pemikiran dan filosofi. Pada masa ini, kejayaan Islam mencapai puncaknya, dan ilmu pengetahuan berkembang pesat.

Pergeseran Kekuasaan dan Pengaruh Barat

Namun, keberlanjutan kemajuan Islam terhenti setelah jatuhnya Kerajaan Islam di Granada, Spanyol pada tahun 1492. Peristiwa ini menandai dimulainya serangkaian penjarahan dan penjajahan oleh kekuasaan politik Barat ke arah Timur. Proses ini membawa pergeseran besar dalam kekuasaan dan pengaruh, mempengaruhi dinamika keilmuan dan kefilsafatan di wilayah tersebut.

Konklusi: Jejak Bersejarah Menuju Kekuasaan Barat

Sejarah filsafat Abad Pertengahan mencerminkan periode transisi yang kompleks. Dominasi agama Kristen memainkan peran sentral dalam membentuk pemikiran, sementara kejayaan skolastik Islam menciptakan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Pergeseran kekuasaan politik dan penjarahan oleh kekuatan Barat kemudian memberikan arah baru pada perkembangan pemikiran dan filsafat di masa-masa selanjutnya. Jejak bersejarah ini mengilhami dan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pemikiran manusia berkembang seiring berjalannya waktu dan perubahan kekuatan politik.

0 Komentar